Jakarta tidak butuh alasan untuk sebuah kemacetan
Ya, sesuai dengan judul diatas, jika anda tinggal di jakarta dan anda mencari-cari sebab / alasan kenapa Jakarta macet? maka anda tidak akan dapat menemukan alasan nya. Saya yang setiap harinya berprofesi sebagai pengamat jalanan profesional (maksudnya tiap hari minimal 3 jam lebih menghabiskan waktu di jalan, maklum lah bekasi-jakarta PP) :-D telah berpengalaman banyak dalam mengikuti event kemacetan ini. Sampai saat ini saya masih belum bisa menyimpulkan apa penyebab utama kemacetan yang terjadi di jakarta, mungkin banyak faktor-faktor pendukung untuk sebuah kemacetan, diantaranya :
- angkot / bus asal ngetem dipinggir jalan. macet!
- kendaraan pribadi parkir sembarangan. macet!
- satu mobil / truk mogok. macet!
- orang nyebrang se enak udel nya sendiri. macet!
- ada orang nikahan. macet!
- ada satu kampus yang sedang mengadakan wisuda. macet!
- motor nyerempet mobil dikit. macet!
- kendaraan melawan arus jalan. macet!
- ada mayat mengambang di sungai. macet!
- ada perbaikan jalan. ga usah ditanya, macet!
- daerah rawan banjir. yang ini apalagi, macet!
Masih banyak lagi faktor-faktor lain yang tidak saya sebut diatas.
Jika boleh serius sedikit, mungkin faktor utama penyebab kemacetan di Jakarta adalah semakin bertambahnya volume kendaraan pribadi saat ini dan tidak ada penambahan jalan alternative (penambahan jalan bukan merupakan solusi menurut saya, tetapi pengurangan kendaraan pribadi mungkin berpengaruh). Faktor utama lain nya adalah kurangnya kesadaran masyarakat (termasuk saya) untuk menggunakan sarana transportasi umum. Kenapa saya tidak mau menggunakan transportasi umum? Sayangnya lokasi rumah saya masih belum cukup dekat dengan stasiun (menurut versi saya definisi dekat adalah bisa dijangkau dengan jalan kaki) dan cukup jauh juga dengan terminal bis :-D
Saya tidak mempunyai solusi untuk masalah ini, saya hanya bisa mengeluh (jadi anda tidak perlu berkomentar lagi klo saya orangnya cuma bisa ngeluh doang karena sudah saya tulis disini :-P)
Jadi, apakah anda punya faktor pendukung lain untuk kemacetan di Jakarta?
0 Comments:
No comments